A. Latar Belakang
Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik semakin meningkat bentuk respon tuntutan tersebut adalah munculnya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas. Dalam Program Pembangunan Nasionjal (Propenas) amanat yang perlu dilakukan adalah melakukan kajian kualitas layanan publik untuk menghasilkan Indeks Kepuasan Masyarakat sebagai perwujudan Good Governance dalam bentuk akuntabilitas, transparansi, supremasi hukum serta menjawab kebutuhan masyarakat.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud; Sebagai acuan dan standar bagi Unit Pelayanan Instansi Pemerintah di Pusat maupun di Daerah, dalam melakukan penyusunan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di lingkungan instansi/unit pelayanan kesehatan.
Tujuan; Untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat secara berkala dan mengetahui kecenderungan kinerja pelayanan kesehatan sebagai Unit Pelayanan Instansi Pemerintah dari waktu ke waktu.
C. Pengertian Umum Tentang IKM
1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.
2. Penyelenggara pelayanan publik adalah instansi pemerintah.
3. Instansi Pemerintah adalah Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah termasuk BUMN/BUMD dan BHMN.
4. Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan, maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Unit pelayanan publik adalah unit kerja/kantor pelayanan pada instansi pemerintah termasuk BUMN/BUMD dan BHMN, yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan pelayanan kepada penerima pelayanan.
6. Pemberi pelayanan publik adalah pegawai instansi pemerintah yang melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
7. Penerima pelayanan publik adalah orang, masyarakat, lembaga instansi pemerintah dan dunia usaha, yang menerima pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik.
8. Kepuasan pelayanan adalah hasil pendapat dan penilaian masyarakat terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh aparatur penyelenggara pelayanan publik.
9. Biaya pelayanan publik adalah segala biaya (dengan nama atau sebutan apapun) sebagai imbal jasa atas pemberian pelayanan publik, yang besaran dan tatacara pembayarannya ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
10. Unsur pelayanan adalah faktor atau aspek yang terdapat dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat sebagai variabel penyusunan indeks kepuasan masyarakat untuk mengetahui kinerja unit pelayanan.
11. Responden adalah penerima pelayanan publik yang pada saat pencacahan sedang berada di lokasi unit pelayanan, atau yang pernah menerima pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan.
D. Sasaran
1. Mengetahui dan mengevaluasi tingkat kinerja unit pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat;
2. Mendorong tumbuhnya inovasi untuk penataan sistem, mekanisme dan prosedur pelayanan kesehatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan lebih berdaya guna dan berhasil guna;
3. Mendorong tumbuhnya kreativitas, prakarsa dan peran serta masyarakat dalam mengevaluasi untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
E. Ruang Lingkup
Pedoman umum ini sebagai instrumen untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat, melalui evaluasi kinerja unit pelayanan instansi pusat maupun daerah.
F. Manfaat
1. Diketahui kelemahan atau kekurangan dari masing-masing unsur dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada publik
2. Diketahui kinerja penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan secara periodik
3. Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya yang perlu dilakukan
4. Diketahui indeks kepuasan masyarakat secara menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bintan
6. Bagi masyarakat dapat mengetahui gambaran tentang kinerja unit pelayanan kesehatan di lingkungannya.
G. Unsur-unsur Penilaian
1. Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan
2. Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya
3. Kejelasan pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama, jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya)
4. Kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku
5. Tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan
6. Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/ menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat
7. Kecepatan Pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan
8. Keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani
9. Kesopanan dan keramahan pelayanan, yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati
10. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan
11. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan
12. Kepastian Jadual pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
13. Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi, dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan
14. Keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayana
H. Langkah-langkah Penyusunan IKM
Persiapan, meliputi penetapan pelaksanaan yang dilaksanakan oleh unit independent, penyiapan bahan berupa kuesioner serta alat yang digunakan, penetapan responden jumlah responden minimal 150 orang dari jumlah populasi penerimaan layanan dengan dasar (“Jumlah unsur” + 1) x10 = Jumlah. Jadi Responden (14 + 1 ) x 10 = 150 orang (categori data analysis oleh Freeman), Penentuan Lokasi yaitu di puskesmas seluruh Kabupaten Bintan. Penyusunan jadwal kegiatan.
Pelaksanaan Pengumpulan Data, meliputi pengumpulan data terhadap 14 unsur pelayanan yang telah ditetapkan, kemudian melakukan pengisian kuesioner oleh unit pelayanan kemudian dikumpulkan untuk diedit.
Pengolahan Data, Metode pengolahan yaitu “
Bobot nilai rata2 tertimbang = Jml bobot/Jml unsur = 1/14 = 0.071
IKM = total nilai persepsi per unsur x nilai penimbang/Total unsur yang terisi
Interprestasi nilai IKM yaitu antara 25-100 makan hasil penilaian dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus:
IKM unit pelayanan x 25 atau IKM uni pelayanan = Nilai IKM/4 x 100
Tabel: Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu
Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan
|
NILAI PERSEPSI |
NILAI INTERVAL IKM |
NILAI INTERVAL KONVERSI IKM |
MUTU PELAYANAN |
KINERJA UNIT PELAYANAN |
|
1 |
1,00 – 1,75 |
25 – 43,75 |
D |
Tidak baik |
|
2 |
1,76 – 2,50 |
43,76 – 62,50 |
C |
Kurang baik |
|
3 |
2,51 – 3,25 |
62,51 – 81,25 |
B |
Baik |
|
4 |
3,26 – 4,00 |
81,26 – 100,00 |
A |
Sangat baik |
I. Hasil Penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Tentang Pelayanan Kesehatan
|
No. |
UNSUR PELAYANAN |
NILAI RATA-RATA |
MUTU PELAYANAN |
KINERJA UNIT PELAYANAN |
|
U1 |
Prosedur pelayanan
|
3.467
|
B |
Baik |
|
U2 |
Persyaratan pelayanan
|
2.240
|
C |
Kurang Baik |
|
U3 |
Kejelasan petugas pelayanan
|
3.413
|
A |
Sangat Baik |
|
U4 |
Kedisiplinan petugas pelayanan |
2.360
|
C |
Kurang Baik |
|
U5 |
Tanggung jawab petugas pelayanan |
2.867
|
B |
Baik |
|
U6 |
Kemampuan petugas pelayanan |
3.267
|
A |
Sangat Baik |
|
U7 |
Kecepatan pelayanan
|
3.240
|
B |
Baik |
|
U8 |
Keadilan mendapatkan pelayanan |
3.253
|
B |
Baik |
|
U9 |
Kesopanan dan keramahan petugas |
3.253
|
B |
Baik |
|
U10 |
Kewajaran biaya pelayanan
|
2.220
|
C |
Kurang Baik |
|
U11 |
Kepastian biaya pelayanan
|
1.827
|
C |
Kurang Baik |
|
U12 |
Kepastian jadwal pelayanan
|
1.813
|
C |
Kurang Baik |
|
U13 |
Kenyamanan lingkungan
|
3.233
|
B |
Baik |
|
U14 |
Keamanan pelayanan |
3.207
|
B |
Baik |
J. KESIMPULAN
Dari hasil penilaian IKM diatas, maka dapat dikelompokkan kinerja unit pelayanan berdasarkan unsur pelayanan, sebagai berikut :
Kinerja Sangat Baik (A), terdiri dari unsur :
- Persyaratan pelayanan
- Kemampuan petugas pelayanan
Kinerja Baik (B), terdiri dari unsur :
- Prosedur pelayanan
- Tanggung jawab petugas pelayanan
- Kecepatan pelayanan
- Keadilan mendapatkan pelayanan
- Kesopanan dan keramahan petugas
- Kenyamanan lingkungan
- Keamanan pelayanan
Kinerja Kurang Baik (C), terdiri dari unsur :
- Persyaratan pelayanan
- Kedisiplinan petugas pelayanan
- Kewajaran biaya pelayanan
- Kepastian biaya pelayanan
- Kepastian jadwal pelayanan



LEKHA
September 2, 2008 at 1:26 am
pak, mohon ijin untuk saya jadikan referensi karena kebetulan saya akan melakukan penelitian tentang IKM b
jalil
Oktober 10, 2008 at 9:29 am
pak, saya mohon izin juga untuk dijadikan sebagai referensi untuk dilakukan sebuah kajian.
diandra
Desember 17, 2008 at 11:45 am
mohon ijin sbg referensi penelitian layanan publik
rooooo
Februari 23, 2009 at 6:45 am
Pak..kalau rumusan untuk menilai daerah mana yang sektor kesehatan baik ada tidak? Ada UU-nya tidak?
fitri
Maret 19, 2009 at 9:45 am
Thanks for the literature of IKM. If you don’t mind I’ll take it for my thesis.
awaluddin
September 14, 2009 at 5:25 pm
ass. wr. wb.
pak,apa bisa saya dapatkan contoh kuesionernya
saya sangat membutuhkannya untuk penelitian saya
thanks b4
wassalam
eka
Januari 21, 2010 at 12:47 am
pak,apa bisa saya dapatkan contoh kuesionernya
saya sangat membutuhkannya untuk penelitian saya
thanks b4
dita
Januari 25, 2010 at 10:33 am
ass. wr. wb.
pak,apa bisa saya dapatkan contoh kuesionernya
saya sangat membutuhkannya untuk penelitian saya
thanks b4
wassalam
muslimpinang
Januari 29, 2010 at 1:54 am
waalaikum salam,,,,
bisa…tapi saya harus cari dulu file kuesionernya…..
sandi
Februari 14, 2010 at 2:46 pm
salam kenal pak….blog kesehatan yang menarik pak…kebetulan saya orang kesehatannya juga, siapa tahu bisa sharing pak…makasih
muslimpinang
Februari 17, 2010 at 5:54 am
boleh aja…….kira2 apa yg bisa disharing kan
Muslimat Hanif
Maret 16, 2010 at 3:10 pm
assalamualaikum pak…
saya lg cari masalah untuk KTI… apakah bapak punya solusi untuk saya dalam KTI nanti???
muslimpinang
Maret 21, 2010 at 5:10 am
trend penyakit tidak menular (PTM) di kota atau di bintan
heni
Juni 7, 2010 at 10:10 am
ass wr. wb,
pak bisa enggak kita minta contoh kuisionernya, karena kami masih mencari referensi untuk penelitian pelayanan publik bid. kesehatan di kab. Kepahiang prop.Bengkulu. Makasih sebelumnya……. ditunggu balasannya
edi hartono
November 26, 2010 at 1:34 pm
pak, mohon ijin untuk saya jadikan referensi karena kebetulan saya akan melakukan penelitian tentang IKM b
hendi
Desember 11, 2010 at 11:25 am
ijin utk djdkn referensi…
euis
Maret 18, 2012 at 7:51 pm
pak mohon ijin utk saya pergunakan sbg bahan referensi skripsi saya, tks