RSS

Pacing dan Uang Receh

11 Sep

Pacing

“Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah kafe di Jakarta Selatan, ia dengan nada kesal menceritakan kepada saya bahwa bosnya sangat tidak adil dan tidak profesional serta unsur KKN nya kental. Teman ini mengatakan bahwa seharusnya yang dipromosikan untuk menggantikan posisi General Manager yang kosong adalah dia yang jauh lebih senior (5 tahun), lebih baik prestasinya, lebih disiplin, lebih loyal, dan lebih-lebih yang lain. Tetapi ternyata yang dipromosikan adalah si Donny yang lebih dekat dengan si bos (sering main golf bareng) dan baru bekerja 2 tahun serta prestasinya tidak lebih baik dari teman saya.

  • Apakah si bos memang tidak adil, tidak profesional dan KKN?
  • Apakah keputusan yang diambil oleh si bos salah?
  • Apakah si Donny main curang, cari muka, tidak profesional?
  • Apa yang salah dengan teman saya?

Sekarang mari kita cermati bersama permasalahan diatas, kalau secara teknis dan prosedural memang seharusnya teman saya yang layak untuk dipromosikan. Tetapi ada faktor lain yang juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengambilan suatu keputusan yaitu KESAMAAN. Dari kasus diatas si bos lebih memilih si Donny yang memiliki kesamaan hobby yaitu main golf daripada teman saya. Dan hal tersebut memang sangat wajar dan terjadi hampir di seluruh bidang kehidupan kita.

Kita sendiri sering melakukan hal tersebut, sebagai contoh pada saat kita membeli barang dan ternyata si pedagang berbahasa jawa maka kita cenderung untuk ikut berbahasa jawa (kalau kita orang jawa juga) kalaupun bukan biasanya kita berusaha untuk ngomong jawa sebisanya, tujuannya hanya satu yaitu menciptakan kesamaan supaya diberikan harga lebih murah. Atau misalnhya kita sedang berlibur ke Eropa dimana dalam rombongan ada orang Afrika, Amerika, Perancis, dan Malaysia . Nah, dengan siapa kita cenderung akan duduk dan berteman?. Dengan orang Malaysia tentunya, karena kesamaan rumpun dan bahasa yaitu Melayu, apakah kita salah, diskriminatif. ..tentu saja tidak.

Disinilah pentingnya kita melakukan PACING, yang berarti kegiatan untuk menyesuaikan atau menyamakan terhadap sesuatu. Tujuan Pacing adalah untuk menciptakan kedekatan hubungan baik yang pada akhirnya akan membangun kepercayaan (Building TRUST). Pacing seperti contoh diatas bisa diterapkan dalam seluruh bidang kehidupan. Dalam dunia kerja, seorang Atasan melakukan Pacing terhadap anak buahnya agar kebijakan yang dibuat dapat dengan senang hati dilaksanakan (menghindari konflik), sementara anak buah perlu melakukan Pacing kepada atasannya untuk menciptakan kedekatan dan kepercayaan yang akan membuka kesempatan lebih luas dalam banyak hal. Sedangkan kita perlu melakukan Pacing terhadap sesama rekan kerja untu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan dukungan dan kerja sama.

Bagi para Marketer PACING sangat diperlukan untuk mempermudah penutupan transaksi (Closing), dikarenakan dengan Pacing Pembeli akan merasa nyaman dan timbul kepercayaan sehingga secara emosional (99% keputusan membeli dibuat secara emosional) memutuskan untuk memilih kita (produk/jasa yang ditawarkan) dibanding dengan marketer lain.

Sebagai kesimpulan PACING dilakukan untuk menciptakan KEDEKATAN (RAPPORT) sehingga dengan kedekatan akan terjalin hubungan saling PERCAYA (BUILDING TRUST) yang pada akhirnya tujuan utama kita akan tercapai yaitu MENGARAHKAN (LEADING) orang lain sesuai dengan KEMAUAN kita.

Sumber : Edy Santoso (trainer & motivator)

Uang Receh

Petang itu dalam sebuah meeting yang dihadiri sejumlah top management suasana agak tegang saat salah seorang General Manager akan dicopot dari jabatannya oleh sang Bos dikarenakan beberapa kasus dan prestasi buruk sepanjang tahun. Di ruangan yang dingin itu dibahas hal-hal apa saja yang akan dilakukan untuk pembenahan operasional salah satu anak perusahaan, termasuk menentukan siapa calon penggantinya.

Dipastikan ada seseorang yang harus meninggalkan perusahaan tapi di sisi lain ada peluang yang akan membuat seseorang mendapatkan promosi. Di tengah-tengah rapat sang Bos bertanya kepada orang-orang kepercayaannya tentang siapa calon pengganti yang pantas. “Silahkan usulkan, sebut saja nama, malam ini juga kita harus bikin keputusan”

Nama demi nama disebutkan oleh peserta rapat di ruangan itu, dari beberapa nama yang muncul ke permukaan terlihat beragam reaksi dari si Bos, mulai dari nama yang tak dikenal sama sekali, ada yang agak dikenal, ada yang lupa-lupa ingat, hingga yang dikenal dengan sangat baik karena reputasinya yang baik atau sebaliknya.

Nampak si Bos bimbang dalam menetapkan hingga salah seorang direktur membicarakan nama seseorang yang tadi paling banyak disebut. Kening si Bos nampak berkerut namun matanya bersinar menunjukkan ketertarikannya “Oh ya, saya ingat, dia pernah menjemput saya di bandara, kelihatannya orang ini cukup baik, bagaimana ?” Beberapa komentar mulai terucap “Saat kunjungan di lapangan, orang ini sangat dikenal baik oleh pelanggan-pelanggan kita” komentar seorang kepala divisi disusul nada positif lain mulai dari prestasinya, kepemimpinan, attitude, karakter, hingga komentar-komentar yang bersifat agak pribadi. Dan si Bos pun setuju memutuskan orang tersebut dipromosi menjadi GM dan minta dihubungi malam itu juga untuk besok pagi-pagi berangkat ke Jakarta untuk proses serah terima dengan GM yang akan digantikannya.

Sejenak saya tertegun menyaksikan proses pencarian calon pengganti yang juga proses promosi seseorang, sampai salah seorang direktur yang ada di dekat saya berbisik ”Kamu tahu? Ini yang dinamakan mengumpulkan uang receh”, Apa maksudnya Pak?” tanya saya penasaran.. “Ya, disadari atau tidak, ada banyak hal positif yang selama ini dilakukan oleh Bernard dan hal-hal kecil yang dilakukannya membuat banyak orang disini terkesan. Sekalipun itu hal-hal kecil, ibarat uang receh yang pada saat terkumpul dan dilakukan penghitungan, ternyata nilainya sangat tinggi”

Dalam hidup ini anda tidak harus melakukan hal besar sekaligus, ada banyak hal-hal kecil positif yang bisa kita lakukan dan saat waktunya tiba, nilai dari kumpulan uang receh itu sungguh diluar dugaan.

Ditulis oleh : Haryo Ardito

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 11, 2008 in Cerita

 

One response to “Pacing dan Uang Receh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: