RSS

Hipertensi kerana Kehamilan


Hipertensi yang timbul waktu hamil meupakan risiko tinggi bagi ibu hamil, dalam keadaan ringan hal ini dikenal sebagai pre eklamsia, sedangkan dalam keadaan berat dikenal eklamsia. tanda-tanda awalnya adalah kenaikan tekanan darah, proteinuria, oedema, kelainan dalam penggumpalan darah dan kelainan sistem syaraf. tanda-tanda berat dapat terjadi pada trimester II dan III berupa kejang-kejang. bila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini pada akhirnya dapat merusak hati dan ginjal yang dapat berakhir dengan kematian ibu dan janin. Ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kelainan ini adalah mereka yang berumur dibawah 17 tahun atau diatas 35 tahun, sering hamil, memiliki faktor keturunan hipertensi atau diabetes melitus dari pihak ibu atau bapak, dan mengkonsumsi makanan yang kurang seimbangbumil hipertensi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 15, 2013 in Uncategorized

 

Kertas Kerja Angkatan (KKA) “PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR GUNA MEWUJUDKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN BINTAN ”.


Identifikasi isu aktual sesuai dengan gambaran keadaan sekarang dan keadaan yang akan datang serta kondisi yang diinginkan, terdapat beberapa isu, antara lain:

  1. Rendahnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat tidak mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan.
  2. Belum optimalnya perekaman data E-KTP di wilayah kecamatan Bintan Timur
  3. Kurangnya kompetensi penyuluh di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan

Berdasarkan isu aktual yang diangkat sebagai masalah utama pada Kertas Kerja Angkatan (KKA) ini, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat tidak mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan?
  2. Bagaimana mengoptimalkan pelaksanaan program pelayanan perekaman e-KTP di kecamatan Bintan Timur?
  3. Bagaimana mengoptimalkan kompetensi penyuluh di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan?.

Untuk lebih jelasnya dapat didownload pada : _______________

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 14, 2012 in Uncategorized

 

Kertas Kerja Kelompok (KKK) “Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tidak Mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan”.


 

Untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu yang tidak terdaftar pada program Jamkesmas, di Kabupaten Bintan melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan bagi Keluarga Tidak Mampu atau dikenal dengan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dengan prinsip tidak komersial, pelayanan komprehensif, portabilitas, kendali biaya dan mutu, efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

 Disadari meskipun perbaikan terus dilakukan, tentu saja masih banyak hal yang perlu dibenahi dan belum dapat memenuhi kepuasan semua pihak. Namun demikian diharapkan program Jamkesda ini semakin mendekati tujuannya yaitu meningkatkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentu akan tercapai melalui penyelenggaraan program Jamkesda yang transparan, akuntabel, efisien dan efektif menuju good governance.

Pada pelaksanaannya Jamkesda memiliki kendala yaitu masih terdapat (meskipun kasusnya sangat sedikit) penolakan pasien Jamkesda dengan alasan kapasitas RS sudah penuh, sistem rujukan belum berjalan dengan optimal, belum semua Rumah Sakit menerapkan kendali mutu dan kendali biaya, peserta masih dikenakan biaya dalam mendapatkan obat, penyediaan dan distribusi obat belum mengakomodasi kebutuhan pelayanan obat, penetapan status kepesertaan Jamkesda atau bukan peserta Jamkesda sejak awal masuk Rumah Sakit belum dipatuhi sepenuhnya oleh peserta, operasional kegiatan seperti kegiatan sosialiasi, advokasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam keuangan serta kinerja pelayanan kesehatan masih belum berjalan sebagaimana seharusnya.  

Karena itu kami tertarik untuk menyusun Kertas Kerja Kelompok (KKK) dengan judul “Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tidak Mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan”.

Dalam penulisan Kertas Kerja Kelompok (KKK) ini yang menjadi isu aktual, antara lain :

  1. Rendahnya  kualitas pelayanan kesehatan keluarga tidak mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan Kesehatan Kabupaten Bintan
  2. Sistem administrasi pelayanan kesehatan kurang efisien di UPT Puskesmas Teluk Bintan Kesehatan Kabupaten Bintan
  3. Kurangnya sarana rujukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Binta

Dengan menganalisis isu aktual, maka rumusan masalah yang akan dijawab pada kertas kerja kelompok (KKK) ini adalah “Bagaimana Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tidak Mampu di UPT Puskesmas Teluk Bintan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan?”.

Untul lebih jelasnya dapat didownload pada : ______________________

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 14, 2012 in Uncategorized

 

Kertas Kerja Perseorangan (KKP) “Rencana Kerja Peningkatan Motivasi Staf dalam Penyusunan Pencatatan dan Pelaporan Kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan”.


Permasalahan yang muncul dan sering ditemukan dalam perencanaan adalah kesesuaian antara rencana atau “plan” yang disusun dengan data yang diperoleh. Hal ini disebabkan karena kualitas data yang kurang baik yang disebabkan oleh kurang tanggungjawab petugas dan pengumpul data sehingga data yang diperoleh terkesan asal-asalan, waktu pengiriman data yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan waktu penyusunan perencanaan, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu pengumpulan dan analisis data sehingga diperoleh data yang kurang baik dan benar (kurang efektif dan efisien), kurangnya kreatifitas petugas dalam membangun sistem informasi kesehatan yang cepat dan tepat.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut diatas, harapan yang diinginkan oleh penulis adalah adanya perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan baik dari segi form pencatatan, peningkatan kapasistas pengelola pencatatan dan pelaporan kesehatan serta penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah sistem pelaporan sehingga diperoleh laporan yang evidance base yang berdaya guna dan berhasil guna melalui peningkatan motivasi staf yang mengelola pelaporan kegiatan. Karena itu penulis tertarik untuk menyusun Kertas Kerja Perseorangan (KKP) dengan judul “Rencana Kerja Peningkatan Motivasi Staf dalam Penyusunan Pencatatan dan Pelaporan Kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan”.

Dalam penulisan kertas kerja perorangan ini yang menjadi isu aktual, antara lain :

  1. Kurangnya monitoring evaluasi kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan.
  2. Belum optimalnya perencanaan kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan.
  3. Belum optimalnyanya pencatatan dan pelaporan kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan.

Dengan menganalisis isu aktual, maka rumusan masalah yang akan dijawab pada Kertas Kerja Perorangan (KKP) ini adalah “Bagaimana cara mewujudkan motivasi staf dalam penyusunan pencatatan dan pelaporan kegiatan di Sub Bagian Penyusunan Program Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan?”. Untuk jelasnya dapat didownload pada :__________________

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 14, 2012 in Uncategorized

 
Gambar

Butuh sentuhan hati


Butuh sentuhan hati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 27, 2012 in Uncategorized

 

PENGARUH GENDER TERHADAP KOLESTEROL DARAH


Ditakdirkan sebagai laki-laki sudah merupakan risiko alami tersendiri untuk penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Dalam arti bahwa seorang laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi (dalam periode tertentu) dibandingkan perempuan. Risiko laki-laki untuk terkena penyakit tersebut melampaui risiko pada perempuan setelah usia remaja sampai usia sekitar lima puluh tahun. Pada rentang usia tersebut, laki-laki memiliki 2-3 kali lipat kemungkinan menderita penyakit di atas dibandingkan perempuan. Sekitar usia lima puluh tahun ke atas, perempuan dan laki-laki dapat dikatakan berisiko sama (A. Maximin dkk, 1997).

Mengapa risiko perempuan menanjak seperti di atas? Pendapat yang diterima di kalangan medis mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan terutama karena terjadi perubahan di dalam  tubuh perempuan yang berkaitan dengan menopouse. Selama tahun-tahun pre menopouse, estrogen kelihatannya melindungi perempuan dari penyakit ini. Estrogen dipercaya mencegah terbentuknya plak pada arteri dengan menaikkan kadar HDL dan menurunkan LDL. Setelah masa menopouse lewat, tingkat kadar estrogen pada perempuan menurun, oleh karena itu perempuan sesuadah menopouse terlihat memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan sebelum menopouse.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 13, 2011 in Artikel n Jurnal

 

PENGARUH USIA TERHADAP KOLESTEROL


Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan kolesterol pada usia remaja sering kali dapat dipakai meramalkan (memprediksi) tingkat kolesterol pada waktu dewasa (Beyond Colesterol: Dr.PO.Kwiterovich, MD). Apakah ini amat mengejutkan? Tidak! lebih-lebih bila dibandingkan dengan kasus seperti kegemukan dll. Kegemukan yang terjadi pada anak yangmasih kecil merupakan pertanda bahwa dia akan menjadi gemuk pada usia dewasa. Kebiasaan merokok biasanya dimulai pada waktu sekolah menengah. Kebiasaan hidup seperti ini memberikan pengaruh yang jelek pada profil lemak, antara lain konsentrasi yang tinggi akan total kolesterol, trigliseride, LDL dan HDL yang rendah.

Bila pola hidup yang salah tersebut dikombinasikan dengan faktor-faktor genetik yang bisa menyebabkan persoalan kolesterol, proses terbentuknya atherosclerosis dipercepat dan ini potensial meningkatkan terjadinya penyakit kardiovaskuler pada usia dewasa atau tua. Dengan mengetahui bahwa banyak dari sebab-sebab penyakit pada masa dewasa dapat dideteksi pada usia anak-anak atau remaja, kita dapat berusaha memperbaikinya dengan memilih diet dan nutrisi yang paling baik untuk anak-anak. jadi orangtua mempunyai psosisi paling penting untuk mengajari anak-anak melaksanakan pola hidup yang benar.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 13, 2011 in Artikel n Jurnal

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.